Bengkulu – Memasuki tahun 2026, tren furnitur multifungsi di Bengkulu menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan kepraktisan, efisiensi ruang, dan nilai guna jangka panjang menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap jenis furnitur ini.
Furnitur multifungsi dinilai mampu menjawab kebutuhan hunian modern, khususnya di kawasan perkotaan dengan keterbatasan luas bangunan. Produk yang dapat digunakan untuk lebih dari satu fungsi dianggap lebih relevan dengan pola hidup masyarakat saat ini.
Pengamat ekonomi Bengkulu, Anzori Tawakal, menilai tren tersebut mencerminkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat yang kini semakin rasional dan selektif dalam memilih perabot rumah tangga.
“Furnitur multifungsi menjadi pilihan karena mampu menghemat ruang sekaligus biaya. Produk seperti meja lipat, rak serbaguna, hingga tempat tidur dengan laci penyimpanan kini semakin banyak dicari konsumen,” ujar Anzori kepada Senin (19/1/2026).
Meningkatnya permintaan ini turut mendorong pelaku usaha furnitur lokal di Bengkulu untuk beradaptasi dan berinovasi. Sejumlah pengrajin dan pelaku UMKM mulai menghadirkan desain furnitur yang lebih sederhana, mudah dipindahkan, serta disesuaikan dengan karakter hunian modern.
Tak hanya dari sisi desain, perkembangan teknologi digital juga memberi pengaruh besar terhadap tren furnitur. Masyarakat kini semakin terbiasa mencari referensi hingga melakukan pembelian furnitur melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik.
“Digitalisasi membuka peluang pasar yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha furnitur lokal. Dengan pemasaran digital, produk-produk Bengkulu bisa bersaing dan menjangkau konsumen lebih besar, bahkan di luar daerah,” jelas Anzori.
Selain itu, kesadaran terhadap penggunaan material ramah lingkungan juga mulai tumbuh di kalangan konsumen. Furnitur berbahan kayu lokal yang diolah secara berkelanjutan dinilai memiliki nilai tambah serta daya tarik tersendiri di mata pembeli.
Ke depan, Anzori memprediksi tren furnitur di Bengkulu akan terus berkembang menuju desain yang fungsional, minimalis, dan berkelanjutan. Kondisi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM furnitur sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
“Jika dikelola dengan baik, tren ini bisa menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal dan memperkuat sektor ekonomi kreatif di Bengkulu,” pungkasnya.








