Menu

Mode Gelap

Bisnis

Polytama Manfaatkan Pasokan Kilang Balongan untuk Produksi Polypropylene Dalam Negeri

badge-check


					Polytama Manfaatkan Pasokan Kilang Balongan untuk Produksi Polypropylene Dalam Negeri Perbesar

Jakarta – Sinergi Pertamina Group terus memperkuat hilirisasi petrokimia nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui PT Polytama Propindo (Polytama), perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero), yang memanfaatkan pasokan propylene dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU) VI Balongan untuk memproduksi polypropylene bernilai tambah bagi industri dalam negeri.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa selain memproduksi bahan bakar minyak (BBM), kilang-kilang Pertamina juga menghasilkan produk antara yang menjadi bahan baku strategis bagi industri petrokimia nasional. Peran ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya energi serta memperkuat ketahanan industri nasional.

“Eksistensi Pertamina melalui Polytama menjadi bukti nyata peran Pertamina dalam mendorong hilirisasi migas,” ujar Baron.

Direktur PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, menegaskan bahwa Polytama merupakan bagian integral dari ekosistem Pertamina Group yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Polytama tidak berdiri sendiri. Kami menjadi bagian dari sistem industri nasional yang menghubungkan sektor kilang hingga industri manufaktur. Integrasi ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan industri petrokimia Indonesia,” kata Dwinanto.

Pasokan propylene diperoleh dari Kilang Pertamina RU VI Balongan melalui jaringan pipa sepanjang sekitar empat kilometer, dengan rata-rata suplai mencapai 250 ribu ton per tahun. Bahan baku tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi Spheripol dari LyondellBasell untuk menghasilkan produk polypropylene berkualitas tinggi.

Produk polypropylene Polytama dipasarkan dalam berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan sektor kemasan, peralatan rumah tangga, industri kesehatan, hingga ritel. Produk ini digunakan sebagai bahan baku berbagai produk plastik, seperti alat rumah tangga, alat makan, serta serat fiber untuk industri tekstil.

Saat ini, kapasitas produksi Polytama mencapai 300 ribu ton per tahun dan direncanakan meningkat menjadi 600 ribu ton per tahun melalui pengembangan fasilitas baru, dengan dukungan pasokan bahan baku dari kilang-kilang Pertamina di berbagai wilayah Indonesia.

“Pemanfaatan propylene dari kilang Pertamina berperan strategis dalam mengurangi ketergantungan impor bahan baku petrokimia sekaligus memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional,” tambah Baron.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Komitmen tersebut dijalankan melalui transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan pelestarian lingkungan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina.

Facebook Comments Box

Baca Juga

BRI Perkuat Akses Pembiayaan dan Investasi UMKM di Batam

3 Februari 2026 - 04:53 WIB

AHM Luncurkan All New Honda Vario 125, Hadirkan Tipe Street Bergaya Anak Muda

3 Februari 2026 - 04:50 WIB

Honda Bengkulu Tawarkan Potongan Angsuran Lewat Promo Cinta Honda Februari 2026

3 Februari 2026 - 04:04 WIB

Olahraga, Nongkrong, dan Sehat: D’Gendiz Padel Court and Coffee Hadir di Mega Mall Bengkulu

1 Februari 2026 - 12:20 WIB

OJK Tunjuk Anggota Dewan Komisioner Pengganti

31 Januari 2026 - 11:31 WIB

Trending di Bisnis