Menu

Mode Gelap
OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Kian Tangguh Hadapi Gejolak Ekonomi Nilai Ekspor Bengkulu Merosot Tajam pada Oktober 2025 Kerugian Keuangan Ilegal di Bengkulu Capai Rp32,58 Miliar Bank Indonesia Bengkulu Paparkan Arah Ekonomi 2026 dalam PTBI 2025 Pemprov Lampung-Bengkulu MoU Pengembangan Ekonomi Inklusif Beras Klewer Seluma Segera Didaftarkan dalam Indikasi Geografis

Daerah

Pemprov Pacu Pengembangan Bandara Bengkulu Menuju Internasional

badge-check


					Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, meningkatkan pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Perbesar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas, meningkatkan pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno agar bisa beroperasi sebagai bandara internasional, salah satunya untuk realisasi penerbangan umrah langsung tanpa transit pada 2026. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas, meningkatkan pariwisata, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan sejumlah sarana dan prasarana perlu dipenuhi untuk menunjang perubahan status bandara, termasuk pembangunan terminal baru dan penambahan landasan pacu.

Dinas Perhubungan Bengkulu juga telah mengkaji kebutuhan teknis, seperti pemasangan lampu penunjuk dari dua arah, yakni arah Betungan dan Pancur Mas.

Selain itu, Pemprov menekankan percepatan pengembangan runway sebagai syarat mutlak menuju bandara internasional. Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, menjelaskan bahwa runway saat ini panjangnya hanya 2.250 meter, belum cukup untuk pesawat berbadan lebar.

“Minimal harus ditambah 500 meter, idealnya sampai 3.000 meter. Kami sudah koordinasi dengan Angkasa Pura Indonesia agar rencana perluasan landasan pacu segera dieksekusi,” ujar Denni.

Pemprov juga siap mendukung penataan lahan, penyesuaian posisi, dan perencanaan teknis jika API memulai pengerjaan. Selain runway, peningkatan fasilitas bandara juga menjadi fokus, termasuk penambahan garbarata atau aviobridge, yang saat ini baru satu unit dan sedang dibangun. Menurut Denni, idealnya minimal ada dua unit untuk melayani pergerakan penumpang lebih besar.

“Kalau fasilitas ini terpenuhi, kita optimis penerbangan internasional bisa dibuka. Harapan Pak Gubernur Helmi Hasan, jamaah umrah bisa langsung terbang dari Bengkulu tanpa transit,” jelasnya.

Meski begitu, Pemprov Bengkulu masih menunggu tindak lanjut resmi dari Angkasa Pura Indonesia terkait jadwal dan mekanisme pengerjaan.

“Harapan kita segera, karena penerbangan umrah dijadwalkan mulai 2026. Namun, tetap diserahkan pada mekanisme dan kebijakan API,” tutup Denni.

Pemprov meyakini, dengan perubahan status Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional dan peningkatan fasilitas pendukung, Bengkulu dapat membuka peluang investasi lebih besar, meningkatkan pariwisata, dan memperkuat perdagangan serta mobilitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Putri Cantik Indonesia 2026 Hadir dengan Konsep Lebih Modern

5 Desember 2025 - 04:19 WIB

Bank Indonesia Bengkulu Paparkan Arah Ekonomi 2026 dalam PTBI 2025

28 November 2025 - 16:14 WIB

Pemprov Lampung-Bengkulu MoU Pengembangan Ekonomi Inklusif

27 November 2025 - 07:45 WIB

Beras Klewer Seluma Segera Didaftarkan dalam Indikasi Geografis

26 November 2025 - 14:25 WIB

Wagub Mian Paparkan Target Ekonomi Bengkulu Lewat Penguatan UMKM

26 November 2025 - 13:32 WIB

Trending di Daerah