Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mendorong pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno agar bisa beroperasi sebagai bandara internasional, salah satunya untuk realisasi penerbangan umrah langsung tanpa transit pada 2026. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat konektivitas, meningkatkan pariwisata, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan sejumlah sarana dan prasarana perlu dipenuhi untuk menunjang perubahan status bandara, termasuk pembangunan terminal baru dan penambahan landasan pacu.
Dinas Perhubungan Bengkulu juga telah mengkaji kebutuhan teknis, seperti pemasangan lampu penunjuk dari dua arah, yakni arah Betungan dan Pancur Mas.
Selain itu, Pemprov menekankan percepatan pengembangan runway sebagai syarat mutlak menuju bandara internasional. Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, menjelaskan bahwa runway saat ini panjangnya hanya 2.250 meter, belum cukup untuk pesawat berbadan lebar.
“Minimal harus ditambah 500 meter, idealnya sampai 3.000 meter. Kami sudah koordinasi dengan Angkasa Pura Indonesia agar rencana perluasan landasan pacu segera dieksekusi,” ujar Denni.
Pemprov juga siap mendukung penataan lahan, penyesuaian posisi, dan perencanaan teknis jika API memulai pengerjaan. Selain runway, peningkatan fasilitas bandara juga menjadi fokus, termasuk penambahan garbarata atau aviobridge, yang saat ini baru satu unit dan sedang dibangun. Menurut Denni, idealnya minimal ada dua unit untuk melayani pergerakan penumpang lebih besar.
“Kalau fasilitas ini terpenuhi, kita optimis penerbangan internasional bisa dibuka. Harapan Pak Gubernur Helmi Hasan, jamaah umrah bisa langsung terbang dari Bengkulu tanpa transit,” jelasnya.
Meski begitu, Pemprov Bengkulu masih menunggu tindak lanjut resmi dari Angkasa Pura Indonesia terkait jadwal dan mekanisme pengerjaan.
“Harapan kita segera, karena penerbangan umrah dijadwalkan mulai 2026. Namun, tetap diserahkan pada mekanisme dan kebijakan API,” tutup Denni.
Pemprov meyakini, dengan perubahan status Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional dan peningkatan fasilitas pendukung, Bengkulu dapat membuka peluang investasi lebih besar, meningkatkan pariwisata, dan memperkuat perdagangan serta mobilitas masyarakat.











