Bengkulu – Memasuki pekan terakhir November 2025, hasil pengecekan Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras 2025 di pasar tradisional, gerai, hingga minimarket di Provinsi Bengkulu menunjukkan harga beras mulai turun dan kini berada dalam kondisi stabil.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono melalui Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Andy Pramudya Wardana, menyampaikan bahwa pemantauan intensif yang dilakukan Polri selama beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan positif. Harga beras, baik jenis premium maupun medium, kini stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Satgas Pengendalian Harga Beras terus melakukan pengecekan di setiap pasar, gerai, dan minimarket. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk menekan potensi lonjakan harga, dan di bulan ini harga beras sudah stabil,” jelas Kombes Andy.
Senada dengan itu, Dirreskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Arus Tri Yunarko melalui Kasubdit Indagsi Kompol Jery Antonius Nainggolan menyatakan bahwa harga beras medium sejak awal November telah mengalami penurunan hingga berada di bawah HET.
“Di pekan terakhir November, harga beras sudah stabil dan sesuai HET,” kata Kompol Jery.
Berdasarkan pemantauan di grosir dan agen kawasan Pagardewa serta Pasar Panorama Kota Bengkulu, harga beras medium berada di kisaran Rp12.000–Rp13.500 per kilogram.
Mengacu Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 5 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Nomor 7 Tahun 2023 mengenai Harga Eceran Tertinggi, Provinsi Bengkulu termasuk Zona 2 dengan HET beras medium Rp14.000 per kilogram dan beras premium Rp15.400 per kilogram.
Untuk jenis premium, harga di pasaran saat ini telah bergerak mendekati HET, yakni sekitar Rp15.000 per kilogram untuk beberapa merek seperti Manggis, Kemangi, Fortune, dan Cap Jempol.
Kompol Jery menambahkan, pasokan dan harga beras di Bengkulu selama November berada dalam kondisi stabil. Ia berharap tren ini terus berlanjut hingga akhir Desember, mengingat biasanya terdapat peningkatan permintaan menjelang libur nasional dan akhir tahun.











