Menu

Mode Gelap

Bisnis

Manajemen DADA Klarifikasi Pelepasan 600 Juta Saham oleh Pengendali

badge-check


					Manajemen DADA Klarifikasi Pelepasan 600 Juta Saham oleh Pengendali Perbesar

Jakarta – PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait aksi pelepasan saham oleh pemegang saham pengendali, PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPI), sebanyak 600 juta lembar saham yang dilakukan pada 8 Januari 2026. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memenuhi permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen DADA menyatakan bahwa penjualan saham tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio dan pemenuhan kebutuhan likuiditas internal KPI, serta tidak berkaitan dengan kondisi fundamental Perseroan maupun adanya informasi material yang belum dipublikasikan ke publik.

Perseroan menegaskan, aksi korporasi tersebut tidak berdampak terhadap operasional maupun kinerja perusahaan, yang hingga kini tetap berjalan normal.

Selain itu, berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Perseroan kepada KPI pada 9 Januari 2026, penjualan saham tersebut juga tidak disertai rencana divestasi lanjutan.

“Hingga tanggal surat ini, tidak terdapat perubahan rencana atas sisa kepemilikan saham KPI,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, Senin (19/1/2026).

Manajemen juga memastikan bahwa transaksi tersebut tidak menyebabkan perubahan pengendalian di tubuh Perseroan.

“Struktur pengendalian tetap tidak berubah dan tidak terdapat perjanjian maupun tindakan yang mengarah pada perubahan pengendalian Perseroan,” tegas manajemen.

Menanggapi volatilitas transaksi saham DADA belakangan ini, Perseroan menyampaikan bahwa tidak ditemukan aktivitas lanjutan dari pemegang saham tertentu, berdasarkan hasil konfirmasi kepada KPI.

“Tidak terdapat rencana transaksi atau aktivitas lanjutan terkait kepemilikan saham Perseroan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, saham DADA sempat mengalami lonjakan harga signifikan. Pengendali tercatat melepas saham tepat setelah harga DADA melonjak ke level Rp67 per saham, setelah cukup lama bergerak di kisaran Rp50-an.

Mengacu pada keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KPI telah menjual 600 juta saham DADA pada 7 Januari 2026 dengan harga Rp67 per saham. Aksi ini membuat porsi kepemilikan KPI menyusut dari 2,2 miliar saham (29,60%) menjadi 1,6 miliar saham (21,53%).

Sebelumnya, saham DADA tercatat stagnan di level gocap sejak 22 Oktober 2025. Namun pada 7 Januari 2026, harga saham melonjak ke Rp67, di mana pada saat bersamaan pengendali memilih melepas sebagian kepemilikannya.

Tak hanya itu, KPI juga tercatat pernah menjual 2,15 miliar saham DADA pada 10 Oktober 2025, bertepatan dengan periode ketika saham DADA menyentuh level tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pada awal 2025, saham DADA sempat diperdagangkan di level Rp9, sebelum melonjak tajam hingga menyentuh harga tertinggi Rp240 pada 10 Oktober 2025. Dengan demikian, saham DADA sempat mencatatkan kenaikan lebih dari 2.000 persen.

Namun setelah aksi jual besar-besaran oleh pengendali, saham DADA mengalami auto reject bawah (ARB) beruntun hingga kembali tertekan ke level gocap.

Facebook Comments Box

Baca Juga

Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari Beruntun

30 Januari 2026 - 02:59 WIB

Astra Motor Bengkulu Gaungkan #Cari_Aman di Lingkungan Kerja Syarah Bakery

29 Januari 2026 - 05:21 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Lakukan Trading Halt Selama 30 Menit

29 Januari 2026 - 02:52 WIB

BEI Upayakan Pulihkan Kepercayaan MSCI Terkait Free Float Saham

28 Januari 2026 - 11:26 WIB

RUPS Bank Bengkulu Ajukan Dua Calon Komisaris Independen ke OJK

28 Januari 2026 - 09:50 WIB

Bank Bengkulu
Trending di Bisnis