Bengkulu – Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Provinsi Bengkulu, Marina Rasyada, menegaskan pentingnya manajemen keuangan sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi dan potensi krisis di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Marina dalam kegiatan edukasi pasar modal bersama para jurnalis di Kantor BEI Bengkulu, Senin (2/2). Ia mencontohkan kisah Nabi Yusuf AS yang menerapkan manajemen krisis melalui pengelolaan hasil pertanian pada masa subur sebagai persiapan menghadapi masa paceklik.
Menurut Marina, ketidakmampuan mengelola keuangan dapat menyebabkan pendapatan tidak lagi mencukupi kebutuhan, terutama saat kondisi darurat. Karena itu, setiap individu perlu menyiapkan dana darurat melalui perencanaan keuangan yang baik, termasuk dengan menabung dan berinvestasi.
Ia menjelaskan, Nabi Yusuf AS mengelola perekonomian Mesir dengan menyimpan gandum selama tujuh tahun masa subur dan membatasi konsumsi untuk menghadapi tujuh tahun masa sulit. Prinsip tersebut relevan diterapkan dalam kehidupan modern.
Marina juga menyoroti bahwa menabung saja berisiko tergerus inflasi, sementara investasi pada aset yang tepat berpotensi memberikan pertumbuhan nilai.
Melalui investasi pasar modal, peserta edukasi, termasuk wartawan, diperkenalkan cara membuka akun, memilih instrumen, serta memahami manajemen risiko agar dapat mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.














