Menu

Mode Gelap
OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Kian Tangguh Hadapi Gejolak Ekonomi Nilai Ekspor Bengkulu Merosot Tajam pada Oktober 2025 Kerugian Keuangan Ilegal di Bengkulu Capai Rp32,58 Miliar Bank Indonesia Bengkulu Paparkan Arah Ekonomi 2026 dalam PTBI 2025 Pemprov Lampung-Bengkulu MoU Pengembangan Ekonomi Inklusif Beras Klewer Seluma Segera Didaftarkan dalam Indikasi Geografis

Bisnis

BSI Resmi Kantongi Izin Jasa Simpanan Emas, Kembangkan Ekosistem Bullion Nasional

badge-check


					PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperoleh izin jasa Simpanan Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perbesar

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperoleh izin jasa Simpanan Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi memperoleh izin penyelenggaraan jasa Simpanan Emas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan izin tersebut, BSI kini menjadi bank dengan tiga kegiatan usaha bullion sekaligus, yakni Simpanan Emas, Perdagangan Emas, dan Penitipan Emas.

Layanan Simpanan Emas memungkinkan nasabah menyimpan emas di bank dengan skema pembiayaan emas (gold-to-gold) atau perdagangan emas. Adapun Jasa Penitipan Emas berfokus pada penyimpanan emas dengan imbal jasa, sedangkan Perdagangan Emas mencakup transaksi jual-beli emas batangan terstandar.

Pihak BSI menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan OJK atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Dalam kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, pada acara Bullion Connect di Jakarta mengatakan bahwa izin ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses investasi emas berbasis syariah.

“Aktivitas bullion membuat investasi emas lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bob.

Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat membeli emas mulai dari Rp50 ribu atau setara 0,02 gram. Investasi dapat dilakukan 24 jam, dan emas bisa dicetak mulai dari 2 gram. Keamanan aset juga terjamin karena emas disimpan di vault BSI, dan hasil penjualan emas langsung masuk ke rekening nasabah secara real time.

Hingga 30 September 2025, jumlah nasabah rekening emas BSI mencapai 200.238, tumbuh 94,98% (YTD). Penjualan emas melalui aplikasi BYOND mencapai 1,06 ton, dengan fee-based income sekitar Rp70 miliar. Total saldo kelolaan emas BSI tercatat 1,15 ton atau setara Rp2,55 triliun, naik 159,78% (YTD).

Pertumbuhan bisnis bullion ini turut menopang kinerja keuangan BSI di tengah tantangan industri perbankan nasional. Hingga akhir September 2025, BSI mencatat laba bersih Rp5,57 triliun, tumbuh 9,04% (YoY). Peningkatan tersebut ditopang pendapatan margin bagi hasil yang naik 13,90% dan fee-based income yang tumbuh 20,81%.

Aset BSI juga meningkat 12,37% (YoY), didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,66%, dengan dominasi dana murah (CASA) yang naik 11,39%. Dari sisi pembiayaan, BSI tumbuh 12,65%, terutama dari segmen bisnis emas.

Menurut Bob, permintaan emas di Indonesia masih sangat potensial. Pada 2024, permintaan naik 3,64% dibanding tahun sebelumnya, namun konsumsi emas per kapita Indonesia masih terendah di Asia Tenggara — hanya 0,17 gram per orang.

“Peluang pengembangan pasar emas di Indonesia masih sangat besar. Dengan 22,6 juta nasabah dan lebih dari 1.000 cabang, BSI siap menjadi pionir Bullion Bank di Indonesia,” ujarnya.

BSI juga mendorong pembentukan Dewan Emas Nasional dan pemberian insentif bagi lembaga keuangan penyelenggara kegiatan bullion. Bob berharap, Simpanan Emas dapat masuk kategori High Quality Liquid Asset (HQLA) level 1 untuk memperkuat rasio likuiditas dan profitabilitas perbankan syariah.

BSI menilai pentingnya dukungan dari Bank Indonesia (BI) dalam memastikan likuiditas Bullion Bank, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mengatur mekanisme REPO emas sebagai instrumen pendukung likuiditas.

Sebagai wujud komitmen inovasi, BSI juga mengembangkan layanan E-mas di aplikasi BSI Mobile yang memungkinkan nasabah melakukan beli, jual, transfer, cetak, dan tabung emas secara rutin.

“Kami ingin menjadikan investasi emas syariah lebih mudah diakses, aman, dan memberi nilai tambah bagi seluruh segmen masyarakat,” tutup Bob Tyasika Ananta.

Baca Lainnya

PO SAN Hentikan Pelayanan Rute Bengkulu–Padang hingga 12 Desember

6 Desember 2025 - 02:30 WIB

FIFGROUP Bengkulu Gelar Hajatan Cabang, Apresiasi Pelanggan Setia

6 Desember 2025 - 02:19 WIB

Proses Seleksi Direksi Baru Berjalan, Bank Bengkulu Masih Tunggu Kandidat Direktur Kepatuhan

5 Desember 2025 - 03:32 WIB

INFORMA Bengkulu Hadirkan Promo Akhir Tahun: Cashback Hingga 12% dan Beli 1 Gratis 1 Aksesoris

5 Desember 2025 - 03:16 WIB

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan di Wilayah Banjir dan Longsor Sumatra

4 Desember 2025 - 07:58 WIB

Trending di Bisnis