Menu

Mode Gelap
OJK Dorong Industri Jasa Keuangan Kian Tangguh Hadapi Gejolak Ekonomi Nilai Ekspor Bengkulu Merosot Tajam pada Oktober 2025 Kerugian Keuangan Ilegal di Bengkulu Capai Rp32,58 Miliar Bank Indonesia Bengkulu Paparkan Arah Ekonomi 2026 dalam PTBI 2025 Pemprov Lampung-Bengkulu MoU Pengembangan Ekonomi Inklusif Beras Klewer Seluma Segera Didaftarkan dalam Indikasi Geografis

Bisnis

BCA Syariah Bukukan Laba Rp154,17 Miliar hingga Kuartal III/2025

badge-check


					PT Bank BCA Syariah mencatat laba bersih Rp154,17 miliar hingga akhir kuartal III/2025. Perbesar

PT Bank BCA Syariah mencatat laba bersih Rp154,17 miliar hingga akhir kuartal III/2025.

Jakarta – PT Bank BCA Syariah mencatat laba bersih Rp154,17 miliar hingga akhir kuartal III/2025, tumbuh 15,57% secara tahunan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp133,40 miliar. Kenaikan laba ini didorong pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 11,40% YoY menjadi Rp615,19 miliar dari sebelumnya Rp552,25 miliar.

Penyaluran dana menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan. Hingga September 2025, pendapatan dari penyaluran dana mencapai Rp953,83 miliar, meningkat 18,41% dari Rp805,54 miliar pada kuartal III/2024. Pada saat yang sama, bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga naik 33,70% YoY menjadi Rp338,63 miliar.

Sementara itu, beban operasional lainnya turut meningkat. Total beban operasional tercatat Rp415,95 miliar, naik 9,78% YoY. Komponen beban promosi menjadi salah satu yang paling naik signifikan, tumbuh 43,68% menjadi Rp19,91 miliar. Beban lainnya juga bertambah 13,21% YoY menjadi Rp182,21 miliar.

Dengan kondisi tersebut, laba operasional BCA Syariah mencapai Rp199,24 miliar, tumbuh 14,92% YoY dari Rp173,37 miliar. Adapun rugi non-operasional turun menjadi Rp1,58 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp2,34 miliar.

Di sisi intermediasi, pembiayaan bagi hasil tumbuh 15,41% YoY dari Rp7,68 triliun menjadi Rp8,86 triliun. Dana simpanan wadiah juga naik 7,00% YoY menjadi Rp3,34 triliun.

Beberapa indikator keuangan mengalami perubahan. Rasio KPMM turun dari 31,56% menjadi 28,09%. NPF gross naik dari 1,37% menjadi 1,64%, dan NPF net naik dari 0,09% menjadi 0,21%. Net Operation Margin (NOM) tercatat menyusut menjadi 1,57% dari sebelumnya 1,63%. Sementara BOPO sedikit membaik dari 80,05% menjadi 80,00%.

Baca Lainnya

PO SAN Hentikan Pelayanan Rute Bengkulu–Padang hingga 12 Desember

6 Desember 2025 - 02:30 WIB

FIFGROUP Bengkulu Gelar Hajatan Cabang, Apresiasi Pelanggan Setia

6 Desember 2025 - 02:19 WIB

Proses Seleksi Direksi Baru Berjalan, Bank Bengkulu Masih Tunggu Kandidat Direktur Kepatuhan

5 Desember 2025 - 03:32 WIB

INFORMA Bengkulu Hadirkan Promo Akhir Tahun: Cashback Hingga 12% dan Beli 1 Gratis 1 Aksesoris

5 Desember 2025 - 03:16 WIB

XLSMART Percepat Pemulihan Jaringan di Wilayah Banjir dan Longsor Sumatra

4 Desember 2025 - 07:58 WIB

Trending di Bisnis