Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt pada Kamis, 29 Januari 2026. Penghentian sementara sistem perdagangan dilakukan pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa seluruh mekanisme trading halt telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku. BEI menjadwalkan perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 waktu JATS tanpa perubahan jadwal perdagangan.
Tindakan ini diambil menyusul penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen. IHSG tercatat merosot 665,89 poin ke level 7.654,66 kurang dari 30 menit setelah pembukaan perdagangan.
Ini menjadi hari kedua berturut-turut IHSG mengalami penghentian sementara perdagangan. Tekanan pasar disebut-sebut dipicu oleh keputusan penyedia indeks global MSCI yang berdampak signifikan terhadap pergerakan saham di pasar modal Indonesia.
Hingga menjelang trading halt, nilai transaksi tercatat sebesar Rp10,99 miliar dengan volume perdagangan mencapai 13,08 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 863.333 kali.
Secara keseluruhan, pergerakan saham didominasi pelemahan. Sebanyak 658 saham turun, 20 saham stagnan, dan hanya 33 saham yang mengalami kenaikan.









