Bengkulu – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dalam pelaksanaan praktik lapangan bagi peserta didik pelatihan kerja bidang kesehatan, khususnya perawatan lansia, Rabu (7/1).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda.
Swifanedi Yusda mengatakan, kerja sama ini bertujuan memberikan ruang praktik bagi peserta didik LPK Kaizu Hamagi Gakkou yang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang, terutama pada sektor perawatan lansia. Praktik lapangan akan dilaksanakan di sejumlah Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) di Provinsi Bengkulu.
“Ini kerja sama yang sangat positif. Selain membantu peserta didik mendapatkan pengalaman praktik, juga mendukung pelayanan bagi para lansia di panti sosial. Selama saya menjabat, ini merupakan pertama kalinya ada LPK yang menjalin kerja sama seperti ini,” ujar Swifanedi.
Ia menjelaskan, MoU tersebut berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang apabila dinilai memberikan manfaat yang signifikan. Ke depan, sistem praktik lapangan juga akan disesuaikan dengan pola kerja perawatan lansia di Jepang, yang mencakup shift pagi, siang, dan malam, sehingga peserta magang memahami kondisi kerja secara menyeluruh.
Sementara itu, Direktur LPK Kaizu Hamagi Gakkou Afrianto Santoso menyampaikan bahwa pada tahap awal sebanyak 20 peserta didik akan mengikuti program magang tersebut. Peserta terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan latar belakang pendidikan kesehatan maupun non-kesehatan yang telah melalui proses pelatihan dan seleksi.
“Sebanyak 20 peserta ini sebenarnya sudah dinyatakan lolos penempatan kerja di Jepang pada bidang perawatan lansia. Melalui magang ini, kami ingin mematangkan kesiapan mereka, baik dari sisi keterampilan, mental kerja, maupun pemahaman sistem pelayanan,” jelas Afrianto.
Menurutnya, selain pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di LPK, praktik langsung di panti sosial menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme calon tenaga kerja. Ia berharap, kerja sama ini dapat meningkatkan kepercayaan pihak Jepang terhadap kompetensi tenaga kerja asal Bengkulu sekaligus berkontribusi menekan angka pengangguran.
“Ini bukan hanya membawa nama LPK, tetapi juga nama baik Provinsi Bengkulu. Semakin baik kualitas yang ditampilkan, maka peluang penyerapan tenaga kerja ke Jepang akan semakin terbuka,” pungkasnya.








