Bengkulu – Direktur Bank Sampah Induk JAKi Bengkulu, Ardy, mengatakan keberadaan bank sampah menjadi salah satu upaya strategis dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah rumah tangga. Saat ini, sejumlah unit bank sampah telah beroperasi di beberapa lokasi di Kota Bengkulu.
Ardy menyebutkan, unit bank sampah tersebut antara lain berada di Kelurahan Surabaya Panda Kite, Bank Sampah di Kantor PT DAS, serta Bank Sampah di Kelurahan Sukarami. Kehadiran bank sampah di berbagai titik ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurut Ardy, Bank Sampah Induk JAKi Bengkulu memfokuskan pengelolaan pada sampah bernilai ekonomi rendah atau low value, yang selama ini sulit ditangani dan kerap berakhir di tempat pembuangan akhir.
“Meski bernilai ekonomi rendah, sampah jenis ini tetap bisa diolah dan memberi manfaat. Bank Sampah JAKi sudah berjalan selama dua tahun dan terus menunjukkan perkembangan,” ujarnya.
Sejak Desember 2023, Bank Sampah JAKi Bengkulu mulai mengoperasikan mesin pengolah sampah plastik menjadi minyak. Inovasi ini disebut sebagai yang pertama di Provinsi Bengkulu dalam pengolahan sampah plastik bernilai rendah menjadi produk energi.
Ardy menjelaskan, minyak hasil olahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif setara solar. Selain mengurangi volume sampah plastik yang sulit terurai, pengolahan ini juga menghasilkan energi terbarukan.
“Minyak yang dihasilkan telah melalui uji laboratorium Lemigas. Prosesnya didukung tenaga ahli tersertifikasi dan peralatan yang memadai, sehingga kualitas produk sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah,” jelas Ardy.
Melalui inovasi ini, Bank Sampah Induk JAKi Bengkulu diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah plastik di daerah.











