Menu

Mode Gelap

Daerah

Senator Destita Kunjungi Rektor Unib Bahas Ekspor dan Potensi Pulau Enggano

badge-check


					Senator Destita Kunjungi Rektor Unib Bahas Ekspor dan Potensi Pulau Enggano Perbesar

Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Apt Destita Khairilisani melakukan kunjungan kerja ke Universitas Bengkulu (Unib) dan bertemu Rektor Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. Kedatangan senator tersebut disambut langsung oleh Rektor bersama Ketua DWP Unib Dr. Gushevinalti, S.Sos., M.Si., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D.

Pada pertemuan itu, senator menyampaikan selamat atas terpilihnya Dr. Indra sebagai Rektor Unib hingga 2029. Ia menegaskan kesiapannya bermitra dengan kampus, terlebih posisinya di Komite IV DPD RI, yang membidangi isu pendidikan dan pembangunan daerah.

Senator menilai Unib memiliki peluang besar dalam memperkuat peran pendidikan tinggi, terutama melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pengembangan UMKM, edukasi ekspor, dan riset berbasis potensi daerah—mulai dari sektor kemaritiman hingga isu strategis Pulau Enggano sebagai wilayah terluar.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, Rektor Indra menyoroti persoalan rantai ekspor komoditas Bengkulu. Produk unggulan seperti kopi dan pisang kerap tercatat sebagai hasil dari Lampung karena pengiriman dilakukan melalui pelabuhan luar Bengkulu.

“Ini disayangkan. Memang tidak salah, tapi daerah kehilangan potensi pendapatan. Jika pelabuhannya bukan di Bengkulu, pencatatan ekspornya juga tidak akan atas nama Bengkulu,” jelasnya.

Ia menilai Bengkulu perlu memiliki pelabuhan ekspor yang mandiri agar nilai ekonomi kembali ke daerah. Rektor juga menyinggung masalah klasik pendangkalan kolam pelabuhan yang membutuhkan pengerukan berbiaya puluhan miliar tiap tahun. Menurutnya, kajian jangka panjang terkait pembangunan pelabuhan baru harus mulai dipikirkan dan disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Pulau Enggano turut menjadi topik utama. Selain hambatan logistik dan sedimentasi yang mengganggu distribusi, Rektor menilai banyak potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal, seperti pisang Enggano, tepung pisang, dan produk UMKM lainnya.

Menanggapi itu, Senator Destita menyebut dirinya pernah membawa produk “Pisang Enggano” ke Jakarta dan mendapat respons positif. Namun suplai tidak stabil karena kendala transportasi.

“Distribusinya harus dibenahi agar rantai pasok berjalan baik dan manfaat ekonomi bisa dirasakan masyarakat Enggano,” ujarnya.

Diskusi juga menyinggung kerja sama riset, pengembangan kuliner lokal, serta budaya masyarakat pesisir. Senator menegaskan komitmen untuk berkolaborasi dengan Unib guna memperkuat riset dan pemberdayaan masyarakat pulau terluar.

Rektor Indra menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dapat diperluas dalam bidang pendidikan, riset potensi daerah, hingga penguatan ekosistem ekonomi masyarakat Bengkulu.

Facebook Comments Box

Baca Juga

Inflasi Bengkulu Terkendali

26 Januari 2026 - 10:25 WIB

PO SAN Perkenalkan Bus Listrik Ramah Lingkungan

26 Januari 2026 - 01:46 WIB

APJI Bengkulu Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Sertifikasi Chef de Partie

26 Januari 2026 - 01:14 WIB

Geothermal Muara Kemumu Dieksplorasi, Pemkab Kepahiang Tekankan Aturan dan Dampak Sosial

23 Januari 2026 - 05:33 WIB

Jalan Hancur Ganggu Distribusi, Jalan Teluk Sepang Kewenangan Pelindo

22 Januari 2026 - 02:37 WIB

Trending di Daerah